SumberBerita _ CATUR bisa bikin orang ketagihan. Tak heran, bila Donwori, 36, betah berlama-lama di warung kopi (warkop) untuk main catur dengan teman ngopinya. Tapi, di sela-sela kesibukan Donwori main catur itulah, Sephia, 33, istrinya menyempatkan waktu untuk ‘main catur-caturan’ dengan tetangga kosannya, sebut Donjuan, 38.
Dengan wajah penuh penyesalan, Sephia hanya menundukkan kepalanya ketika Donwori berkali-kali merasa kecewa dengan perselingkuhan itu.
Di depan mediator, Sephia mengatakan kalau dirinya khilaf. Dia nekat melakukan hal itu karena hampir tujuh tahun menikah, Donwori sangat jarang di rumah. Sebagai tukang parkir, lanjut Sephia, seharusnya sepulang kerja, Donwori langsung pulang ke rumah.
Sebaliknya, Donwori justru seringkali menghabiskan waktu di warkop. “Biasanya mau subuh baru pulang,” kata wanita yang tinggal di kawasan Simo Katrungan itu.
Menolak dituduh selingkuh sudah lama, Sephia mengaku kalau dirinya baru dua bulan berselingkuh dengan Donjuan. Itu pun karena dia yang minta. Bukan Donjuan. “Selalu kebalikan. Kalau saya lagi pengen, suami main catur. Terus kalau dia pengen, saya harus siap melayani,” kata ibu dua anak itu.
Makanya itu, ketika Donjuan yang mengajaknya untuk berhubungan suami istri, Sephia menolak. Apalagi, Donjuan yang ngekos sendirian juga lama tak mendapatkan nikmat dari istrinya di desa.
Donjuan bekerja sebagai tukang bangunan sehingga hanya ngekos sendirian di Surabaya. “Biasanya sih saya lakukan kalau suami main catur, masak dia saja yang main catur. Saya juga bisa dong,” kata Sephia.
Sementara itu, Donwori hanya mengelus dada dan seperti marah mendengar pernyataan Sephia. Donwori mengatakan kalau istrinya akan masuk neraka. “Dua anak ada dalam asuhan saya. Ingat jangan bawa apa-apa saat keluar kos,” tantang Donwori.
Melihat kalau keduanya sudah tidak ada perasaan cinta, mediator akhirnya memutuskan menyelesaikan proses mediasi. “Kalau sudah selesai, ya silakan. Kami minta tidak ada masalah lagi,” tandas mediator.
EmoticonEmoticon